(0451) 456885, 411289, 428503 (0451) 454030, 426351

Gubernur Anwar Hafid Buka Rapat Pengurus Dekranasda Sulteng, Dorong Transformasi Industri Kerajinan

21 December 2025

Palu — Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, selaku Dewan Pembina Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sulawesi Tengah, bersama Ketua Dekranasda Sulteng, Ir. Sry Nirwanti Bahasoan, Ketua Harian Dekranasda Sulteng, Richard Arnaldo, Sekretaris Dekranasda Sulteng, Lilis Suryani Willah, dan Staf Ahli Dekranasda Sulteng, Suaib Djafar serta seluruh pengurus Dekranasda Sulteng menghadiri rapat perdana Dekranasda Sulteng yang digelar di Ballroom Mahkota Hotel Sultan Raja, Sabtu (20/12/2025).

 

Rapat perdana yang mengusung tema “Sinergitas, Kolaborasi di Industri Kerajinan” ini menjadi momentum awal untuk menyatukan langkah dan komitmen seluruh pengurus dalam mendorong pengembangan industri kerajinan daerah yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing.

 

Dalam arahannya, Gubernur Anwar Hafid menegaskan pentingnya perubahan pola pikir dan pola kerja Dekranasda agar tidak lagi berjalan dengan cara-cara lama. Menurutnya, Dekranasda harus mulai menerapkan sistem kerja yang profesional dan berorientasi pada nilai ekonomi, sehingga pengembangan kerajinan daerah benar-benar memberikan dampak nyata bagi perekonomian masyarakat, khususnya para pengrajin dan pelaku UMKM.

 

Gubernur juga menekankan bahwa pengembangan kerajinan daerah tidak boleh berhenti pada aspek kebanggaan simbolik semata, seperti penggunaan batik atau keikutsertaan dalam pameran. Lebih dari itu, produk kerajinan harus mampu memberikan nilai tambah ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan pengrajin secara nyata.

 

Sejalan dengan itu, Dekranasda Sulteng diminta untuk menyusun rencana kerja yang sistematis dan terukur, termasuk rencana kerja jangka menengah lima tahunan. Rencana tersebut diharapkan mencakup penguatan UMKM kerajinan dari hulu hingga hilir, mulai dari aspek produksi, peningkatan kualitas dan desain, hingga strategi pemasaran.

 

Perencanaan yang matang dan berbasis potensi daerah ini juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap anggaran APBD, sekaligus mendorong kemandirian dan profesionalisme organisasi Dekranasda dalam menjalankan program-programnya.

 

Melalui rapat perdana ini, diharapkan terbangun sinergi dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, Dekranasda, pelaku usaha, serta seluruh pemangku kepentingan, guna mewujudkan industri kerajinan Sulawesi Tengah yang berdaya saing dan berkontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

 

Sumber : Humas Disperindag Sulteng/PPID Pelaksana