(0451) 456885, 411289, 428503 (0451) 454030, 426351

Pemprov Sulteng Siapkan Strategi Jaga Harga dan Ketersediaan Pangan Jelang Ramadhan dan Idul Fitri 2026

14 January 2026

Palu – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Provinsi Sulawesi Tengah, Richard Arnaldo, didampingi Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri Donny Iwan Setiawan, mengikuti High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Provinsi Sulawesi Tengah. Rapat tersebut membahas Strategi Pengendalian Inflasi Menjelang Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 2026, bertempat di Ruang Polibu, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Rabu (14/1/2026).

 

Rapat dipimpin oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, serta diikuti unsur Forkopimda Provinsi Sulawesi Tengah, para Kepala Perangkat Daerah, dan perwakilan badan/lembaga terkait.

 

Dalam sambutan pembukaannya, Wakil Gubernur menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini berkontribusi dalam pengendalian inflasi, khususnya Dinas Perindag, Badan Pusat Statistik (BPS), Perum Bulog, dan Bank Indonesia. Wakil Gubernur menekankan pentingnya langkah antisipatif dan koordinasi lintas pemangku kepentingan dalam menghadapi potensi kenaikan harga menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.

 

Wakil Gubernur juga memaparkan kondisi inflasi daerah yang masih tergolong sehat, seraya menyebutkan daerah-daerah yang menjadi kontributor inflasi, antara lain Kota Palu, Luwuk, Tolitoli, dan Morowali. Berkat sinergi dan langkah-langkah pengendalian yang konsisten, inflasi Provinsi Sulawesi Tengah berhasil ditekan hingga berada pada kisaran 3,3 persen, dan tetap terjaga dalam batas yang terkendali secara nasional.

 

Pada kesempatan tersebut, Kadis Perindag Sulteng Richard Arnaldo menyampaikan sejumlah hal strategis terkait penguatan pengendalian inflasi ke depan, khususnya dalam penganggaran Tahun 2026. Ia melaporkan perlunya dukungan anggaran untuk pelaksanaan operasi pasar murah, yang selama ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Bank Indonesia, khususnya dalam bentuk subsidi distribusi, serta kerja sama dengan Bulog.

 

Kadis Perindag juga menyarankan agar rencana penyaluran Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dapat diagendakan dan dikoordinasikan lebih awal, sehingga dapat disampaikan kepada Gubernur Sulawesi Tengah untuk dilepas secara resmi. Penyaluran CBP diharapkan dapat menjangkau seluruh kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah, sebagaimana pelaksanaan pada tahun sebelumnya, guna menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di masyarakat.

 

Di akhir rapat, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah membacakan Rekomendasi Gubernur Sulawesi Tengah terkait Pengendalian Inflasi Menjelang Ramadhan dan Idul Fitri dalam Kondisi Cuaca Tidak Kondusif, yang meliputi:

 

Penguatan Ketahanan Pasokan PanganMemastikan ketersediaan stok bahan pangan strategis.Optimalisasi cadangan pangan pemerintah daerah dan koordinasi intensif dengan Bulog.Antisipasi gangguan distribusi akibat cuaca melalui penyiapan jalur logistik alternatif.Stabilisasi Harga melalui Operasi PasarPelaksanaan operasi pasar murah secara masif dan tepat sasaran.Kolaborasi dengan BUMD pangan dan distributor.Penyesuaian waktu dan lokasi operasi pasar sesuai kondisi cuaca.Penguatan Koordinasi TPIDMonitoring harga dan pasokan secara intensif.Sinkronisasi kebijakan antar kabupaten/kota.Pelaporan cepat potensi lonjakan harga.Kelancaran Distribusi dan TransportasiPenyiapan buffer stock di wilayah rawan bencana.Koordinasi dengan dinas perhubungan dan aparat keamanan.Dukungan perbaikan sementara infrastruktur kritis.Dukungan Produksi dan Perlindungan PetaniPendampingan petani dan nelayan terdampak cuaca.Bantuan sarana produksi atau subsidi transportasi.Percepatan panen dan distribusi komoditas pangan lokal.Komunikasi Publik dan Pengendalian EkspektasiPenyampaian informasi harga dan ketersediaan pangan secara transparan.Imbauan belanja bijak dan pencegahan panic buying.Edukasi konsumsi pangan alternatif.Sinergi Kebijakan Fiskal dan SosialPenyaluran bantuan sosial tepat waktu.Pemanfaatan belanja daerah untuk menjaga daya beli masyarakat.Evaluasi retribusi daerah yang berpotensi menambah beban harga pangan.

 

Melalui High Level Meeting ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan, sehingga inflasi daerah tetap terkendali dan kesejahteraan masyarakat menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional dapat terjaga.

 

Sumber : Humas Disperindag Sulteng/PPID Pelaksana