(0451) 456885, 411289, 428503 (0451) 454030, 426351

Disperindag Sulteng menghadiri Rapat Koordinasi Pengembangan Hilirisasi Industri Berbasis Potensi Pertanian, Perikanan, Peternakan, dan Kehutanan

09 June 2026

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Tengah, Richard Arnaldo, didampingi Kepala Bidang Sarana Prasarana dan Pemberdayaan Industri Mira Yuliastuti, Kepala Bidang Pembangunan Sumber Daya Industri Andi Musdalifah, serta Pejabat Fungsional Pembina Industri Ahli Muda Ratna dan Nur Afraeni, menghadiri Rapat Koordinasi Pengembangan Hilirisasi Industri Berbasis Potensi Pertanian, Perikanan, Peternakan, dan Kehutanan yang berlangsung di Aula VIP Nagana Kantor Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah, Selasa (9/6/2026).

Rapat koordinasi dipimpin langsung oleh Kepala Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah, Drs. Arfan, dan dihadiri oleh Kepala Perwakilan BI Sulteng Muhamad Irfan Sukarna, OJK Sulawesi Tengah, Balai Karantina Sulawesi Tengah, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Tadulako , Universitas Alkhairaat, serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait yang mengikuti kegiatan secara langsung maupun melalui Zoom Meeting.

Dalam arahannya, Kepala Bappeda Sulawesi Tengah menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan mengumpulkan data dan informasi terkait sektor industri sebagai bahan penyusunan roadmap pengembangan hilirisasi industri berbasis potensi pertanian, perikanan, peternakan, dan kehutanan di Sulawesi Tengah. Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan visi Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, yaitu “Berani Mewujudkan Sulawesi Tengah sebagai Wilayah Pertanian dan Industri yang Maju dan Berkelanjutan.”

Pada kesempatan tersebut, Richard Arnaldo menegaskan bahwa sektor industri di Sulawesi Tengah memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan melalui program hilirisasi. Ia menyampaikan bahwa saat ini industri logam dasar masih menjadi sektor industri dengan nilai ekspor terbesar di Sulawesi Tengah.

“Komoditas unggulan yang dimiliki Sulawesi Tengah tidak kalah baik dari sisi kualitas maupun kuantitas. Karena itu, diperlukan komitmen dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk mendorong hilirisasi industri di Sulawesi Tengah agar mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi daerah, masyarakat, petani, nelayan, peternak, maupun pelaku usaha,” ujar Richard.

Melalui rapat koordinasi ini diharapkan tersusun arah kebijakan dan strategi pengembangan hilirisasi yang terintegrasi, sehingga potensi sumber daya daerah dapat diolah secara optimal dan berkelanjutan guna memperkuat perekonomian Sulawesi Tengah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Sumber :  Humas Disperindag Sulteng/PPID Pelaksana