Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Tengah, Richard Arnaldo, bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Disperindag Sulteng, Surya Fibrianti Richard, menghadiri pembukaan Festival Kuliner Lalampa Toboli Ke-9 Tahun 2026 yang digelar pada Minggu, 7 Juni 2026, bertempat di Eks Jembatan Timbang Toboli, Desa Toboli, Kabupaten Parigi Moutong.
Festival Kuliner Lalampa Toboli merupakan agenda tahunan yang bertujuan melestarikan kuliner tradisional khas Sulawesi Tengah sekaligus mendorong pengembangan ekonomi kreatif masyarakat dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kegiatan ini menjadi wadah promosi budaya daerah yang mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
Pembukaan festival dilakukan secara resmi oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid . Turut mendampingi Gubernur dalam kegiatan tersebut, Bupati Parigi Moutong Erwin Burase, Wakil Bupati Parigi Moutong Abdul Sahid, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Tengah Ir. Sry Nirwanti Bahasoan, unsur Forkopimda Kabupaten Parigi Moutong, para kepala perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, serta para tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Gubernur Sulawesi Tengah menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, panitia pelaksana, dan masyarakat Desa Toboli yang secara konsisten menjaga tradisi Festival Kuliner Lalampa Toboli hingga memasuki pelaksanaan tahun kesembilan.
Menurut Gubernur, lalampa bukan sekadar makanan khas Sulawesi Tengah, melainkan warisan budaya leluhur yang mencerminkan nilai kebersamaan, kesederhanaan, serta kekayaan alam daerah. Proses pembuatannya yang dilakukan secara gotong royong menjadi simbol kuat pelestarian budaya masyarakat pesisir yang terus hidup dan berkembang hingga saat ini.
Gubernur juga menegaskan bahwa Festival Kuliner Lalampa Toboli merupakan bentuk nyata gerakan ekonomi kreatif yang tumbuh dari desa dan sejalan dengan semangat pembangunan “Sulteng Nambaso”. Melalui pengembangan lalampa sebagai produk unggulan UMKM lokal, masyarakat telah menunjukkan bahwa desa mampu menjadi motor penggerak perubahan ekonomi berbasis potensi budaya dan sumber daya lokal.
Lebih lanjut, Gubernur menyampaikan dukungannya terhadap pengembangan kuliner tradisional sebagai bagian dari blueprint ekonomi kreatif daerah. Ia mengajak seluruh pelaku UMKM untuk terus berinovasi tanpa meninggalkan keaslian cita rasa serta memanfaatkan platform digital guna memperluas pemasaran produk hingga ke tingkat nasional bahkan internasional.
“Festival ini membuktikan bahwa budaya dan ekonomi dapat berjalan beriringan. Tradisi yang dirawat dengan baik akan menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan menghidupkan perekonomian masyarakat dari tingkat desa hingga provinsi,” ujar Gubernur.
Melalui momentum Festival Kuliner Lalampa Toboli Ke-9 Tahun 2026 ini, diharapkan pelestarian budaya lokal dapat terus diperkuat sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pelaku UMKM. Festival ini juga menjadi sarana promosi daerah yang mampu mengangkat nama Kabupaten Parigi Moutong dan Sulawesi Tengah melalui kekayaan kuliner tradisional yang dimiliki.
Sumber foto : Humas Disperindag Sulteng/PPID Pelaksana