(0451) 456885, 411289, 428503 (0451) 454030, 426351

Disperindag Sulteng Ikuti Seminar Global Economic Challenges : Central Sulawesi’s Path toward Resilient and Sustainable Growth dalam rangkaian Posalia Sulteng Digifest 2026

12 August 2026

Palu, 12 Agustus 2026 – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Tengah melalui Kepala Bidang Pembangunan Sumber Daya Industri bersama Pejabat Fungsional Pembina Industri dan Penata Layanan Opersainal mengikuti Seminar Global Economic Challenges: Central Sulawesi’s Path toward Resilient and Sustainable Growth dalam rangkaian Posalia Sulteng Digifest 2026 yang diselenggarakan oleh BI Perwakilan Sulteng. Kegiatan berlangsung di Sriti Convention Hall, Palu.

Seminar tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah Muhamad Irfan Sukarna, Fungsional Perencana Ahli Muda Bappeda Sulteng, Busman, serta Enzo Brooklyn, Analis dari Shanghai Metals Market.

Dalam paparannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah menyampaikan perkembangan dan prospek perekonomian Sulawesi Tengah. Perekonomian Sulawesi Tengah pada Triwulan II 2026 tumbuh sebesar 5,06 persen (yoy), meskipun mengalami perlambatan dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 8,32 persen (yoy).

Pertumbuhan ekonomi tersebut tetap memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian nasional, terutama ditopang oleh sektor industri pengolahan. Kondisi ini menunjukkan pentingnya penguatan sektor industri sebagai salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah yang berkelanjutan.

Sementara itu, perkembangan inflasi juga menunjukkan kondisi yang relatif terkendali. Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Sulawesi Tengah pada Juli 2026 tercatat sebesar 0,02 persen (mtm) atau 2,86 persen (yoy). Secara bulanan maupun tahunan, realisasi seluruh komponen disagregasi inflasi, yaitu Core Inflation (CI), Volatile Food (VF), dan Administered Prices (AP), tercatat lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya.

Kondisi tersebut terutama didukung oleh normalisasi harga pangan pascagempa, sehingga turut menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.



Sumber : Humas Disperindag Sulteng/PPID Pelaksana